stop kekerasan buat perempuan
Kuterima sekuntum bunga hari ini
Bukanlah hadiah istimewa ulang tahunku
Untuk pertama kalinya, kami bertengkar tadi malam
Dan dia mengucapkan kata-kata kasar yang menyakitkan
Kutahu dia menyesal
Dia tak bersungguh-sungguh dengan semua ucapannya itu
Karena dikiriminya aku sekuntum bunga hari ini
Kuterima sekuntum bunga hari ini
Bukanlah karena ulang tahun perkawinan atau ada yang istimewa
Kemarin malam dia mendorongku dan mencoba mencekikku
Bagaikan mimpi buruk
Aku tak percaya akan apa yang terjadi
Seluruh badanku ngilu dan aku bangun dengan memar sekujur tubuh pada pagi hari
Dia sungguh menyesal
Karena dia mengirimkan sekuntum bunga padaku
Kuterima sekuntum bunga hari ini
Bukan karena ini hari Ibu atau ada yang istimewa
Tadi malam dia memukulku lagi
Kali ini jauh lebih buruk dari malam-malam sebelumnya
Apa yang akan terjadi denganku bila ku pergi meninggalkan dia ?
Mampukah aku mengurus anak-anak ?
Bagaimana dengan keuangan ?
Aku takut padanya, tapi aku juga takut untuk pergi
Dia pasti merasa menyesal
Karena dia mengirimkan sekuntum bunga padaku hari ini
Kuterima sekuntum bunga hari ini
Hari ini adalah hari yang sangat istimewa
Adalah hari pemakamanku
Semalam dia benar-benar membunuhku
Dia memukuliku hingga mati
Seandainya saja aku punya keberanian lebih besar
dan kekuatan untuk pergi meninggalkannya
Tak bakal kuterima sekuntum bunga hari ini.
- Cheong Hee Jin - dalam bukunya "Domestic Violence and the Rights of Women"
Perempuan perlu memilih dan menentukan sendiri peranan apa yang mau dijalani dan dihidupinya : sebagai 'Ratu' atau sebagai 'budak'. Perempuan yang berperan sebagai Ratu menunjukkan keutamaan, kemampuan, kematangan, kemandirian, ketetapan hati dan kebijaksanaan tanpa mengurangi keanggunan dan kharismanya. Perempuan yang mau menjadi budak membiarkan dirinya ditindas, diperalat diperlakukan semaunya, merasa bodoh, lemah tak berdaya, pasif menerima nasib dan kematiannya. Perempuan perlu saling menolong perempuan yang lain, bersama dan bersatu dengan perempuan yang lain untuk kemajuan perempuan-perempuan yang lain. Perempuan juga membuka hati dan kesempatan, menerima kehadiran, kerjasama dan kemitraan laki-laki yang sadar dan mendukung kesetaraan perempuan dan laki-laki. Perempuan sebaiknya belajar politik, strategi dan psikologi untuk bersinergi dengan laki-laki membentuk kesatuan yang sempurna.
(Sumber : "Ecclesia of Women in Asia - Gathering the Voices of the Silenced", Warta Minggu MBK Natal 2004.)
buat semua yang merasa dirinya perempuan, belum terlambat buat sedikit lagi lebih sayang sama diri kita sendiri, siapa lagi yang bisa lebih perduli pada diri kita sendiri-absolutly not 'the other gender'-?!
selama kita semua masih punya kesempatan buat lebih maju dan maju lagi, jangan pernah buang kesempatan itu, karena dari sekarang kita dah msti sadar kalo kita harus benar2 bisa berdiri di atas kaki kita sendiri benar2 di atas kaki kita sendiri, bukan orang lain, atau berpegangan sesuatu atau seseorang. Karena cepat to lambat akan tiba juga harinya dimana kita cuma bisa mengandalkan diri kita sendiri, nobody, n di saat itu juga kita bisa ngebuktiin pada dunia n khususnya pada diri kita sendiri kalo kita sebagai perempuan-yang katanya lemah dan nga berpendidikan-bisa ngejalanin semuanya-mungkin lebih baik daripada 'that the other gender'.
Thanks for someone yang dah membuat g jatuh luka-luka terseok-seok, n membuat g bisa berdiri setegap ini sekarang. I know I can make it through the rain =)
Bukanlah hadiah istimewa ulang tahunku
Untuk pertama kalinya, kami bertengkar tadi malam
Dan dia mengucapkan kata-kata kasar yang menyakitkan
Kutahu dia menyesal
Dia tak bersungguh-sungguh dengan semua ucapannya itu
Karena dikiriminya aku sekuntum bunga hari ini
Kuterima sekuntum bunga hari ini
Bukanlah karena ulang tahun perkawinan atau ada yang istimewa
Kemarin malam dia mendorongku dan mencoba mencekikku
Bagaikan mimpi buruk
Aku tak percaya akan apa yang terjadi
Seluruh badanku ngilu dan aku bangun dengan memar sekujur tubuh pada pagi hari
Dia sungguh menyesal
Karena dia mengirimkan sekuntum bunga padaku
Kuterima sekuntum bunga hari ini
Bukan karena ini hari Ibu atau ada yang istimewa
Tadi malam dia memukulku lagi
Kali ini jauh lebih buruk dari malam-malam sebelumnya
Apa yang akan terjadi denganku bila ku pergi meninggalkan dia ?
Mampukah aku mengurus anak-anak ?
Bagaimana dengan keuangan ?
Aku takut padanya, tapi aku juga takut untuk pergi
Dia pasti merasa menyesal
Karena dia mengirimkan sekuntum bunga padaku hari ini
Kuterima sekuntum bunga hari ini
Hari ini adalah hari yang sangat istimewa
Adalah hari pemakamanku
Semalam dia benar-benar membunuhku
Dia memukuliku hingga mati
Seandainya saja aku punya keberanian lebih besar
dan kekuatan untuk pergi meninggalkannya
Tak bakal kuterima sekuntum bunga hari ini.
- Cheong Hee Jin - dalam bukunya "Domestic Violence and the Rights of Women"
Perempuan perlu memilih dan menentukan sendiri peranan apa yang mau dijalani dan dihidupinya : sebagai 'Ratu' atau sebagai 'budak'. Perempuan yang berperan sebagai Ratu menunjukkan keutamaan, kemampuan, kematangan, kemandirian, ketetapan hati dan kebijaksanaan tanpa mengurangi keanggunan dan kharismanya. Perempuan yang mau menjadi budak membiarkan dirinya ditindas, diperalat diperlakukan semaunya, merasa bodoh, lemah tak berdaya, pasif menerima nasib dan kematiannya. Perempuan perlu saling menolong perempuan yang lain, bersama dan bersatu dengan perempuan yang lain untuk kemajuan perempuan-perempuan yang lain. Perempuan juga membuka hati dan kesempatan, menerima kehadiran, kerjasama dan kemitraan laki-laki yang sadar dan mendukung kesetaraan perempuan dan laki-laki. Perempuan sebaiknya belajar politik, strategi dan psikologi untuk bersinergi dengan laki-laki membentuk kesatuan yang sempurna.
(Sumber : "Ecclesia of Women in Asia - Gathering the Voices of the Silenced", Warta Minggu MBK Natal 2004.)
buat semua yang merasa dirinya perempuan, belum terlambat buat sedikit lagi lebih sayang sama diri kita sendiri, siapa lagi yang bisa lebih perduli pada diri kita sendiri-absolutly not 'the other gender'-?!
selama kita semua masih punya kesempatan buat lebih maju dan maju lagi, jangan pernah buang kesempatan itu, karena dari sekarang kita dah msti sadar kalo kita harus benar2 bisa berdiri di atas kaki kita sendiri benar2 di atas kaki kita sendiri, bukan orang lain, atau berpegangan sesuatu atau seseorang. Karena cepat to lambat akan tiba juga harinya dimana kita cuma bisa mengandalkan diri kita sendiri, nobody, n di saat itu juga kita bisa ngebuktiin pada dunia n khususnya pada diri kita sendiri kalo kita sebagai perempuan-yang katanya lemah dan nga berpendidikan-bisa ngejalanin semuanya-mungkin lebih baik daripada 'that the other gender'.
Thanks for someone yang dah membuat g jatuh luka-luka terseok-seok, n membuat g bisa berdiri setegap ini sekarang. I know I can make it through the rain =)

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home