Tuesday, February 14, 2006

fucklentine



a phrase that i met this sleepy afternoon while i took a walk at the art exhibition. anyway this is my fucklentine this year.
g baru menyadari bahwa g sbegitu nga sukanya coklat.. sama seperti g nga sbegitu sukanya sama valentines day, sama seperti betapa bodohnya g mengangkat valentine sebagai salah satu tema tulisan g kali ini.. no way i'm not talking about it.

ya sudah ini saja : buku.
the definition : sebuah benda dengan sampul baik terbuat dari bahan keras maupun tidak terlalu keras tetapi pasti lebih tebal dari isinya, terdiri dari berlembar2 kertas baik yang putih bersih nga berseni sampai kuning karena lembab lalu kering dan keriting, dengan tulisan2 yang baik sangat bermakna maupun sangat tidak bermutu. sebuah benda dengan sejuta inspirasi di dalamnya.
beberapa hari yang lalu g baca satu buku dengan cover yang really it's very a great design, a very selling design character.. karakter desain pasar lahhh yang sangat2 minimalis di atas kata ngaco itu sendiri.. dengan tulisan di sebelah kanan atas best seller. haaa... dari kagum sampai tergeleng2 g nyaris nga ingin percaya kalo yang terjual sebagai best seller adalah sampul buku bukan isi buku. lantaran g baca di dalamnya sebuah penyampaian berbahasa anak2 dengan sosok idealis yang sangat bukan saya dan sangat tidak suka saya.
jadilahhh saya baca dengan melongkap2 dan sambil pusing2 mual2 (ciri2 kejenuhan dari diri g kalau benar2 nga menikmati n pengen sumthing so not comfortable sedang g lakukan) ya dengan kecewanya g menyerah dan berhenti baca langsung ga sabar mau tahu biografi sang pembaca yang ahh.. yang memang benar mereka si sang pencerah -katanya, sang pejuang -katanya sang masa depan -katanya, yang telah menjatuhkan ksatria tua beruban ku, pahlawan g di masa kecil, how ever if he is so no no for such billion persons out there, but trully dia masihhh se ber karisma dulu baik saat naik ataupun tersungkur di atas orang2 yang dia hidupi dan kasih makan selama ini.

talking about books, akhir2 ini si dewi dee yang juga sangat bukan seperti si -yang katanya masa depan bangsa itu, banyak bercengkrama dengn g,
di mulai dari sebuah kejadian yang sangat terlihat jelas alur kebetulan -yang sangat tidak diakui si dewi dee ini- dari terpaksa menjadi tenaga suka rela, dapet inspirasi filsafat sampai berkontak mata langsung tentang mereka yang tersurat dan tersirat bersama dengan ksatria dan putri sebagai figuran.
di akhiri dengan tentu saja kesadaran ku karena mu bahwa... Tuhaannnn... aku senang sekali menulis seperti sesenang saat aku meneguk sebotol air dingin setelah menaiki beratus2 anak tangga di bawah terik matahari di sebuah sore dekat air terjun curug.

kesimpulan hari ini : saya ingin deg2an lagi dalam sebuah kebosanan.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home