Friday, February 17, 2006

entah sejak kapan
ku hanya hanyut dalam egoisme hari hari tak bermakna
entah sejak kapan
ku memaksa naif menjadi selubung kesederhanaan
yang telah hilang tersapu khilaf dan ambisi ku
entah sejak kapan
ku tak lagi menyadari kesederhanaan
mengagumi kebesaran
dan merayakan perbedaan
entah sajak kapan
aku benar2 menjadi manusia

hanya dekap dan hadir
yang boleh dan harus terus kau sapukan
pada jiwa dan hari ku
agar ku terus sadar
bahwa aku sungguh hidup
menjalani hari
dengan berdampingan dengan
kesederhanaan mu
kebesaran Nya
dan tentu saja :
perbedaan kita.
aku sungguh tak ingin menjadi manusia
aku hanya ingin terus menjadi bayang-bayang mu,
nis.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home