Thursday, March 17, 2005

The Mr. T

Sesuatu di balik
sederetan kata cemara
kerikil sungai
dan setengah pendengaran musik
milik orang lain,
really nice to feeling you

160305 04.13pm -The Mr. T
inspirasi pohon -sketsa gw jelek euy

bukan siapa siapa

Hidup adalah percaya
percaya pada
sebuah kata : aku
genggaman serta lubang penentu arah tikungan
yang ia lah terbaik di antara yang terbaik walaupun buruk
tertinggi di antara yang tertinggi walaupun rendah
aku yang bukan siapa-siapa
melainkan segalanya

160305 04.05pm -kurasa aku bukan siapa-siapa
ujian SPA -ngantuk pisan ='(

renungan buat yang dah lama jadian

LAST MAN STANDING
STORY BY : PURI
D'SIDE MAGAZINE
LONG MARCH 2005


Senin : Selalu 3 kali SMS. SMS pertama, mastiin gue udah bangun apa belum supaya gak telat ngajar. SMS kedua, minta tolong ambilin fotonya di Jonas. SMS ketiga jam sembilan malem, nanyain "Mau di jemput jam berapa?". Sebuah pertanyaan retorik yang menandakan harinya udah cukup padat dan berharap gue bisa pulang nebeng orang lain. Dan seperti ending film yang ketebak, gue akan jawab "Udah ah, kamu jangan jemput aku. Pasti capek kan? Aku bisa nebeng Dian kok. Tenang aja, nanti aku sms begitu nyampe."

Selasa : It's his night out together with his buddies. Main bilyard, pulang malem. Dan gue? Nonton DVD Friends aja deh di kamar sampe ketiduran.
Incoming Message Pacar niiiy!: "Sayaaaaaangg, kamu udah tidur ya? Aku baru sampe rumah nih. Tadi soalnya mamir ngopi-ngopi dulu di Oh LaLa. Tidur yang enak ya, Luv uuu!"

Rabu : It's our making love time. Lampu diredupin, Lagu 'Have You Ever'nya Brandy dipasang, mulai deh dia cium-cium kecil sedikit pipi dan muka, turun ke bibir dikulum bentar, sedikit ke bahu, terus balik ke leher, perlahan turun ke payudara dan tangan kanannya mulai pelan-pelan ngebuka celana jeans, the bra stays but my thong is difinitely off. Missionary position. I made sexy noises, pura-pura menikmati. 1 menit... 2 menit... 10 menit, orgasme deh dia. Man, I'm soooooo bored!!!

Kamis : It's our time to socialize. Ketemu sama Dinda dan cowoknya Rama, Melly sama Ranti our favorite lesbian partner. Makan malem bareng, dan seperti biasa dia ngeluarin lelucon-lelucon ga penting tentang beda rusa sama singa. Semua orang ketawa. Eh, gak semua orang sih.. seenggaknya gue tau kalo gue cuma pura-pura tertarik dan pura-pura ketawa sambil menepuk-nepuk bahunya. Seolah lelucon yang tadi tuh baru pertama kali di denger. Cari lawakan yang lain kenapa? Bulan ini lo tuh udah 5 kali nyeritain soal beda rusa sama singa tau!!!

Jumat : Makan malam berdua. Dia sibuk dengan baca korannya, gue sibuk ngunyah sambil baca DaVinci Code. Hening. Percakapan selama 2 jam kita adalah: "Kamu mau pesen apa?", "Yuk kita pulang, udah malem."

Sabtu : Hari khusus kita untuk nonton midnight. Pasti nontonnya di bioskop CWK. Tempat duduk C11 dan C12. Dia duduk di kiri, saya di kanan. Pulang deh.

Minggu : Pergi ke rumah orang tuanya. Di menit ke 55, kuping udah siap dengan pertanyaan (tapi lebih mirip pernyataan) "Kapan dong kalian nikah? Mama udah pengen nimang cucu nih.." Dan dia akan ngejawab,"Nanti deh Ma, kalo udah punya rumah sendiri."


Senin : Dapet SMS dari temen lama. Wira. Dia ngajak makan siang. Begitu ketemu muka, wah... beda banget ya. Tambah charming. Semua kaos distro dan setelan skater yang dipakenya jaman kuliah dulu udah berubah jadi setelan jas rapi lengkap dengan sepatu mengkilat ala Prada.

Selasa : Nonton pameran sama Wira. Ternyata selain cakep, Wira adalah orang yang bisa diajak ngobrol apa aja. Entah kenapa hari ini gue ngerasa kayak abg lagi. Apalagi waktu tangannya ngegandeng tangan gue, iiihhh... rasanya kayak mau meledak aja!

Rabu siang : Incoming Message Wira : "Hey there babygirl, any chance for dining tonight?"
(Aduhhhh senengnya punya panggilan sayang nggak standar!! Berasa Sean Paul sama Beyonce aja deh. Eh, itu sih babyboy ya? AAAhh peduli!! Yang penting gue seneng
!)
Pacar niihh!:"Yang, nanti malem aku gak bisa ke tempat kamu. Ada lembur nih."
(Pffuih... akhirnya gak perlu bikin alesan macem-macem.)

Rabu malem : Super Romantic Dinner. Ngeliat city lights Bandung dari atas, dan tumben-tumbenan nih gue bisa makan steak seharga 120.000. Nasi goreng aja disini harganya 25.000. Mahal banget yak! Dibayarin wine lagi, enak banget. Tapi karena gak biasa, kok jadi pusing ya? Sampe-sampe gue nggak bisa nginget dengan jelas lagi apa yang gue omongin terakhir kali.

Kamis Pagi : Ruangan AC yang dingin. Kepala pusing. Dan gue telanjang. Nengok ke kiri, udah gak ada siapa-siapa. Di atas meja ada tulisan "Thank you for the lovely evening.."
Kamis siang : Nelpon Wira. Gak pernah diangkat. SMS? Gak pernah dibales. Coba ke kantornya? Dia bilang Pak Wiranya sedang meeting.

Jumat Incoming Message Pacar niiihh! : "Yang kamu kemana aja sih? Kok gak ngabarin aku? Baik-baik aja kan? Kepikiran terus nih."
Wira :"Sori, aku lagi sibuk. Kenapa? Soal kemaren malem? Tenang, aku pake kondom kok. Btw, aku pindah ke Kalimantan besok. Sampe ketemu lagi ya!"

Sabtu : Nangis sesengukan di kamar. Males kemana-mana. Mau marah tapi gak bisa.
Incoming Message Pacar niihh!: "Happy Anniversary hun! Gak nyangka bisa lewat 4 tahun. Makasih udah mau sabar banget sama aku. Nanti malem aku ke sana ya? Kangennn....."
-----------------------------------------

Pas selesai baca artikel kecil di sebuah majalah distro gratisan ini.. g bner2 stuck for a moment.. and i cried a little bit.. that article is absolutely beautiful... g ga bisa kasih komentar apa2.. totally speachless-

SOMETIMES THE ROUTINITY IS ALL WE NEED

Friday, March 11, 2005

taksi dan lampu jalan layang

berhenti mengikutiku
berhenti menjadikanku
sebuah rantai burung
yang tak pernah putus

biarkan ku suatu hari
melihatmu
memandang dan menusuk irismu
meyakinkan hati naluri
dari setiap pori-pori tubuhmu

bahwa aku benar
dan tulus

lepas kungkungan
jaring masa lampu penerangan jalan layang
genggaman tangan
harus berakhir

ampuni kerikil kosong
yang ragu ingin kukikis hingga habis

03.03.05 -03.15pm -taksi dan lampu jalan layang
rahardian class

Monday, March 07, 2005

terbang tapi tak mau pergi

Saat sayapku memberontak
kencangkan tambang hatimu
tarik angan dan egoku
dekap khilaf dan manusiaku

karena angan seringkali bukan kejujuran
dari kemampuan yang membutakan
pegang erat gumpalan masa laluku
dan ingatkan selaput sel kepalaku selalu
bahwa ini tempatku
dalam singgasana kosong tak kenal waktu
milikmu

-terbang tapi tak mau pergi- 10.44 pm
h-2 offset 030305.my rum