Thursday, September 29, 2005
Thursday, September 22, 2005
live in_
sumtimes, ga krasa kt menemukan diri kt nga setegar biasanya, nga serajin biasanya, nga punya smangat n kepala sedingin biasanya, sperti g yang hari ini menemukan g yang benar-benar malas, karena sudah mengenal kata bersenang-senang, makan enak, pulang langsung tidur.
dasar manusia, nga bisa kenal usaha kalo nga di press, maaf ya Tuhan, karena saya manja.
dasar manusia, nga bisa kenal usaha kalo nga di press, maaf ya Tuhan, karena saya manja.
Wednesday, September 14, 2005
hujan, lagu dan suara
pasti ada saja
rasa yang tak terperikan
ada waktu
yang tak terjabarkan
ada momen yang tak terasakan
namun tetap,
nyata, ada.
masa yang tak terpastikan
langkah yang tak terukurkan
kuingin ada saja
riak yang tak terberhentikan
kilas yang tak menyemukan
dan kita
yang tak berakhir kan
pasti ada saja.
110905 0604pm
--hujan, lagu dan suara
rasa yang tak terperikan
ada waktu
yang tak terjabarkan
ada momen yang tak terasakan
namun tetap,
nyata, ada.
masa yang tak terpastikan
langkah yang tak terukurkan
kuingin ada saja
riak yang tak terberhentikan
kilas yang tak menyemukan
dan kita
yang tak berakhir kan
pasti ada saja.
110905 0604pm
--hujan, lagu dan suara
Sunday, September 04, 2005
Saturday, September 03, 2005
awal september, tanggal tiga
ada saja
di mana satuan detik bukan cuma milik ku
ada saja
di mana momen bukan cuma perjalanan sepasang kaki
ada saja
di mana keberadaan bukan cuma atas seonggok keyakinan egoisme diri
hari ini ku
menyadari saja
bahwa satuan detik ku juga milik mu
menyadari saja
bahwa jejak momen perjalanan ku terdiri dari 2 pasang tapak kaki
menyadari saja
bahwa keberadaan keyakinan egoisme ku bersisian dengan egoisme mu
menyadari saja
bahwa ada yang lebih penting
dari sekedar ku atau mu
yaitu ki dan ta.
di mana satuan detik bukan cuma milik ku
ada saja
di mana momen bukan cuma perjalanan sepasang kaki
ada saja
di mana keberadaan bukan cuma atas seonggok keyakinan egoisme diri
hari ini ku
menyadari saja
bahwa satuan detik ku juga milik mu
menyadari saja
bahwa jejak momen perjalanan ku terdiri dari 2 pasang tapak kaki
menyadari saja
bahwa keberadaan keyakinan egoisme ku bersisian dengan egoisme mu
menyadari saja
bahwa ada yang lebih penting
dari sekedar ku atau mu
yaitu ki dan ta.
Friday, September 02, 2005
komentar sebuah gambar

kenapa hidup tak sebebas doeloe.
masih pengen pulang siang, menikmati waktu berjalan tanpa harus tahu besok harus apa.
bebas lari di manapun tanpa harus khawatir tercapai to nga target2 sialan itu.
masih pengen nangis, n bangun dengan mata bengkak. bangga bisa ngelewatin 1 hari lagi tanpa orang yang punya sejuta alesan merasa bersalah.
terus membohongi diri sendiri kalo semua yang dilakukan adalah yang terbaik buat semuanya.
duduk ngerasain angin sore di plasa kecil sebelah sekolah bernama lapangan olah raga.
mengulang semua kejadian.
mengalami kembali permukaan rasa duduk di sebuah taksi dengan sejuta degup kencang yang kita rasa, yang setelah sekian lama kusebut dengan kemunafikan anak berumur 15 th.
pulang menghitung langkah tanpa tahu bahwa jiwa tak sedang ikut serta menghitung.
menganggap bahwa hidup memang momen hasil esensi dari setiap lagu.
mendengar cerita berulang.
setiap hari tanpa menyadari detik berlari melintasi waktu itu sendiri.
masih pengen.
masih pengen labil.






